Pencarian

SELAMAT DATANG

Skripsi TA, Tesis, PTK merupakan salah satu tugas akhir dari setiap mahasiswa S1 maupun S2 dalam rangka memperoleh Gelar Kesarjanaan sesuai dengan bidangnya masing-masing, dan harus dipertahankan kebenarannya di hadapan Team Penguji.
Skripsi TA, Tesis, PTK pengerjaannya bersifat individual dan tidak dibenarkan menjiplak atau plagiat milik orang lain. Saya sangat tidak mendukung PLAGIAT!!
Namun demikian tidak dpat dipungkiri adanya contoh-contoh Skripsi TA, Tesis, PTK dapat memperlancar proses pengerjaan tugas tersebut, karena dengan adanya contoh Skripsi TA, Tesis, PTK yang sudah jadi mahasiswa bisa memperoleh gambaran tentang tugas yang sedang dikerjakannya dan juga bisa memperoleh inspirasi.
Disamping itu, contoh-contoh Skripsi TA, Tesis, PTK dapat digunakan sebagai pijakan / dasar untuk melakukan penelitian lanjutan, sehingga akan dihasilkan Skripsi TA, Tesis, PTK yang lebih sempurna.

Atas dasar itulah, kami berusaha membantu rekan-rekan menyediakan contoh-contoh Skripsi TA, Tesis, PTK dari berbagai jurusan.
Disini juga saya sediakan makalah dan juga ebook buku2 penunjang dalam pembuatan tugas yang bisa didownload secara GRATIS.

Selamat berselancar di Blog kami, semoga apa yang anda cari ada disini, dan tugas yang sedang anda kerjakan dapat selesai dengan lancar.

Bila Judul Skripsi yang anda cari tidak ada di Blog ini, silahkan tanyakan langsung dengan sms ke HP 0856 0196 7147


SALAM SUKSES BUAT ANDA.


Link-Link DOWNLOAD GRATIS berada menyebar di Seluruh Katalog dan terus bertambah.

Selasa, 27 Desember 2011

Ag 008 : Peranan Pondok Pesantren Perguruan Islam Tremas Dalam Dakwah Islam Di Kecamatan Arjosari Kabupaten Pacitan


BAB I
PENDAHULUAN

A.    PENEGASAN JUDUL
Untuk menghindari kekaburan dan kesimpangsiuran dalam memahami judul di atas, maka penulis jelaskan beberapa istilah yang terdapat dalam judul, yaitu :
1.      Peranan
“Peranan”, asal kata dari “peran” yaitu suatu yang menjadi bagian atau yang memegang piminan yang terutama (dalam terjadinya suatu hal atau peristiwa).1) Dalam bukunya Soejono Soekamto, “Sosiologi Suatu Pengantar” dijelaskan bahwa pernan (role) merupakan aspek yang dinamis dari kedudukan atau status. Apabila seseorang melaksanakan hak-hak dan kewajiban-kewajibannya sesuai dengan kedudukannya.2) Jadi yang dimaksdu dengan peranan di sini adlah pelaksana hak-hak dan kewajiban sesuai dengan kedudukannya.
2.      Pondok Pesantren
Kata “pondok” berasal dari bahasa Arab “funduk” yanga artinya hotel atau asrama. Sedang pesantren berasal dari kata “santri” yang dengan awalan “pe” dan akhiran “an” berarti tempat para santri.3) Sedang dalam buku “Sejarah Pondok Pesantren di Indonesia” di jelaskan bahwa pengertian pondok pesantren adalah :
“Suatu lembaga pendidikan dan pengajaran agama Islam yang pada umumnya pendidikan dan pengajaran tersebut diberikan dengan cara non klasikal (sistem sorogan dan bandongan) dimana seorang kyai mengajar santri-santri mereka berdasarkan kitab-kitab yang ditulis dalam bahasa Arab oleh ulama-ulama besar sejak abad pertengahan, sedang para santri biasanya tinggal dalam pondok atau asram.’’4)

Pengertian ini tidak mutlak sebab tidak semua pndok pesantren menggunakan sistem pendidikan tradisional akan tetapi ada sebagian yang sudah menggunakan sistem pendidikan modern. Sedang yang penulis maksudkan pondok pesantren disini adalah suatu lembaga sosial keagamaan yang mengajarkan. Mengembangkan dan menyebarkan ajaran Islam baik kepada para santri kepada masyarakat luas.
3.      Perguruan Islam Tremas
Perguruan Islam Tremas adalah nama pondok pesantren yang didirikan oleh KH. Abdul Manan pada tahan 1830 di Tremas, yaitu sebuah desa di mana pondok pesantren itu didirikan. Jadi Pondok Pesantren Perguruan Islam Tremas adalah sebuah pondok pesantren yang terletak di desa Tremas, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Paccitan, Propinsi Jawa Timur, yang merupakan pondok pesantren pertama kali didirikan di Kabupaten Pacitan.
4.      Dakwah Islam
Pengetian dakwah dapat ditinjau dari dua segi, yaitu :
-          Dari segi etimologi, kata dakwah berasal dari bahasa arab :
Artinya : memanggil, menyeru atau mengajak.5)
-          Dari segi terminologi, Ali Mahfuzd dalam kitabnya Hidayatul Mursyidin mendifinisikan dakwah sebagai berikut :
Artinya :  mendorong (memotivasir) manusia untuk melakukan kebaikan dan mengikuti petunjuk, memerintah mereka untuk berbuat makruf dan mencegahnya dari perbuatan mungkar agar memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat.6)
Dengan demikian yang penulis maksudkan dengan dakwah disini adalah menyebarkan dan menyiarkan ajaran agama Islam dengan cara memelopri, meneladani, memberi motivasi dan menyeru ummat manusia untuk melakukan kebaikan, mengikuti petunjuk Allah SWT, menyuruh untuk berbuat baik dan mencegah dari bebuat mungkar agar mereka memperoleh kebahagiaan di dunia dan akhirat.
5.      Kecamatan Arjosari
Kecamatan Arjosari adalah salah satu kecamatan yang ada di wilayah kabupaten Pacitan, Propinsi Jawa Timur, dimana Pondok Pesantren Perguruan Islam Tremas berbeda.
Jadi yang penulis maksudkan dengan judul di atas adalah Peranan Pondok Pesantren Perguruan Islam Tremas terhadap pelaksanaan dakwa Islam di Kecamatan Arjosari dilihat dari segi bentuk-bentuk kegiatan dakwah di Kecamatan Arjosari, kontribusi pondok pesantren terhadap pelaksanaan dakwah di Kecamatan Arjosari serta faktor-faktor yang menjadi penghambat dan pendukung keterlebatan Pondok Pesantren Perguruan Islam Tremas dalam pelaksanaan dakwah Islam di kecamatan Arjosari. Penelitian ini penulis batasi pada masa KH Habib Dimyathi tahun 1985-1994.

B.     LATAR BELAKANG MASALAH
Pondok pesantren sebagaimana yang kita ketahui adalah merupakan lembaga pendidikan sosial keagamaan yang khas dan asli Indonesia. Lembaga Islam ini lahir dan berkembang semenjak Islam masuk di Indonesia. Bahkan sebelum agama Islam datang di Indonesia lembaga seperti ini telah ada. Akan tetapi lembaga ini merupakan tempat umat Hindu dan Budha mendalami agamanya, sehingga bukan merupakan lembaga Islam sebagaimana pondok pesantren. Lembaga ini juga hanya dapat dimasuki oleh orang-orang keturunan bangsawan atau aristokrasi saja.7) Hal ini sangat berbeda dengan pondok pesantern yangdapat dimasuki oleh siapa saja tanpa membedakan derajat dankedudukan.
Sebagaimana suatu lembaga keagamaan yang umumnya berbeda di desa, pondok pesantren mempunyai hubungan yang erat dengan masyarakat desa sekitarnya, baik hubungan struktural maupun fungsional. Akan tetapi ada pondok pesantren yang secara struktural bukan  bagian dari masyarakat sekitarnya. Pemisahan hubungan ini bukan berarti pesahnya hubungan fungsional antara pondok pesantren dengan masyarakat desa. Sebab pesanten tetap memiliki hubungan fungsional dnegan masyarakt di desa-desa sekitarnya. Baik dalam bidang pendidikan, kegiatan sosial dan kegiatan di bidang ekonomi. Menurut Soedjoko Prasodjo, ada tiga macam jasa pondok pesantren terhadap kehidupan masyarakat yatiu kegiatan tabligh kepada masyarakat yang dilakukan dalam komplek pondok pesantren, majelis taklim atau pengajian yang bersifat umum dan bimbingan hikmah berupa nasihat kyai kepada orang-orang yang datang untuk diberi amalan-amalan  apa yang harus dilakukan supaya mencapai suatu hajat, nasihat-nasihat agama dan sebagainya.8) Selain kyai dan ustadz, para santripun memiliki kegiatan di luar pondok pesantren, bahkan dari santri diharapkan dapat memiliki ilmu keislaman dan pengetahuan lainnya yang kemudian dapat mempraktekkan serta mengajarkan kepada masyarakat di mana para santri tersebut kembali setelah menamatkan pelajarannya di pondok pesantren. Dengan demikian hampir semua komponen pondok pesanteren memiliki kaitan fungsional dengan masyarakat desa.
Demikian juga dengan Pondok Pesantren Perguruan Islam Tremas. Pondok yang didirikan oleh KH. Abdul manan pada tahun 1830 di desa Tremas ini secara struktural dan fungsional memiliki hubungand negan masyarakat di Kecamatan Arjosari. Hubungan ini dapat dilihat dari keikutsertaan pesantren untuk memajukan taraf kehidupan masyarakat Kecamatan Arjosari dalam berbagai bidang, yaitu dengan cara mengadakan pengajian sercara rutin, ikut membantu mencerdaskan umat manusia, berpartisipasi dalam mengelola sumber-sumber produksi yang ada, mengadkaan usaha Kesehatan Masyarakat dan Santri (UKMS) dan sebagainya.
Kecamatan Arjosari adlaah sebuah kecamatan yang umumnya masyarakatnya beragama Islam dengan pencaharian sebagai petani, pegawai negeri dan wiraswasta. Kecamatan ini terdiri dari beberapa desa yang besar maupun kecil dan ada yang letaknya terpencil sehingga tidak dapat dijangkau oleh kendaraan umum. Meskipun kecamatan ini agak jauh dari kota, namun telah mengalammi perkembangan ini agak jauh dari kota, namun telah mengalami perkembangan yang pesat dan sangat terbuka dengan masuknya berabgai alat komunikasi, media massa dan terbuka dengan masuknya masyarkaat luar. Dengan demikian aqidahh dan akhlak merupakan mutiara hidup yangd apat membedakan antara manusia dan bidanatang sangat terancam tanpa ada kegaitan dakwah yang rutin serta filterarisasi yang baik dan terarah.
Dari kondisi inilah penulis tertarik untuk meneliti dan membahas masalah Pondok Pesantren Perguruan Islam Tremas Dalam Dakwah Islam di Kecamatan Arjosari. Kabupaten Pacitan, karena masalah ini selain sesuai dnegan jurusan penulis Bimbingan Penerangan Agama Islam yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan ummat, masalah ini juga merupakan sesuatu yang sangat penting dalam dakwa Islam.

 C.     RUMUSAN MASALAH
Dari latar belakang masalah di atas, maka masalah yang penulis rumuskan adalah sebagai berikut :
1.      Bagaimana bentuk-bentuk kegiatan dakwa Islam di Kecamatan Arjosari ?
2.      Sejauh mana kontribusi Pondok Pesantren Perguruan Islam Tremas terhadap pelaksanaan Islam di Kecamatan Arjosari ?
3.      Faktor-faktor apa saja yang emnjadi penghambat dan pendukung (penunjang) keterlibatan Pondok Pesantren Perguruan Islam Tremas pelaksanaan dakwa Islam di Kecamatan Arjosari ?

D.    TUJUAN PENELITIAN
1.      Untuk mendiskripsikan bentuk-bentuk kegiatan dakwa Islam di Kecamatan Arjosari.
2.      Untuk mengetahui kontribusi Pondok Pesantren Perguruan Islam Tremas terhadap pelaksanaan dakwah Islam di Kecamatan Arjosari.
3.      Untuk mengetahui faktor-faktor yang menjadi penghambat dan pendukung keterlibatan Pondok Pesantren Perguruan Islam Tremas dalam pelaksanaan dakwa Islam di Kecamatan Arjosari.

E.     KEGUNAAN PENELITIAN
1.      Hasil Penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan masukan Pondok Pesantren Perguruan Islam Tremas untuk menyempurnakan bentuk-bentuk kegiatan dakwa Islam di Kecamatan Arjosari serta meningktkan peranannya dalam pelaksanaannya.
2.      Untuk menambah ilmu pengetahuan dan mengembangkn disiplin ilmu dakwah, khususnya dalam bidang peranan atau kontribusi Pondok Pesantren Perguruan Islam Tremas terhadap pelaksanaa dakwa Islam di Kecamatan Arjosari.
3.      Untuk memenuhi persyaratan memperoleh gelar sarjana agama dalam ilmu dakwah.




BILIOGRAFI

Ahmad Warson Munawar, Kamus Arab Indonesia, Yogyakarta: Pondok Pesantren Al Munawwir. 1994. 
A. Hasjmi. Dustur Dakwah Menurut Al-Qur’an, Jakarta: Bulan Bintang, 1974. 
A. H. Hasanuddin, Rethorika Dakwah dan Publisistik Dalam Kepemimpinan, Surabaya: Usaha Nasional, 1982. 
Amrullah Achmad (ed), Dakwah Islam dan Perubahan Sosial, Yogyakarta: LP2M, 1985. 
Asmuni Syukir, Dasar-dasar Strategi Dakwah Islam, Surabaya: Al Ikhlas, 1983. 
DEPAG RI, Al-Qur’an dan Terjemahannya, Jakarta: Yayasan Penyelenggaraan Penerjemah/Tafsir Al-Qur’an. 1971. 
Ditjen Binbaga DEPAG RI, Pedoman Pembinaan Pondok Pesantren, Jakarta : PPBKPP. 1989. 
HSM. Nasruddin Latif, Teori dan Praktek Dakwah Islamiyah, Jakarta : Firma Dara, 1988. 
HAMKA, Prof. Dr. Prinsip dan Kebijakan Dakwah Islam, Jakarta: PT. Pusataka Panjimas, 1984. 
Kontjaraningrat, Metode-metode Penelitian Masyarakat, Bandung: PT. Gramedia, 1989. 
Lexy J. Moloeng, Dr. MA, Metodelogi Penelitian Kualitatif, Bandung: PT. Remaja Rusdakarya, 1990. 
Manfred Oepen dan Wagang Karcher, Dinamika Pesantren, Dampak Pesantren Dalam Pendidikan dan Pengembangan Masyarakat, Jakarta: P3M, 1988. 
Mansur Amin, Drs. Metode Dakwah dan Beberapa Keputusan Pemerintah tentang Aktivitas keagamaan, Yogyakarta: Sumbangsih, 1980. 
Marwan Sarijo, Drs. (et al), Sejarah Pondok Pesantren di Indonesia, Jakarta: Darma Bhakti, 1982. 
Masdar Helmi, Drs., Dakwah Di Alam Pembangunan, Semarang: Toha Putera, 1973. 
M. Dawan Rahardjo, (ed), Pesantren dan Pembaharuan, Jakarta: LP3ES, 1988. 
Muhammad, SH, Mengenal Pondok Tremas dan Perkembangannya, Tremas: PPIT, 1996. 
Nasruddin Harahab, Drs. SU, Dakwah Pembangunan, Yogyakarta: DPD Golongan Karya Tingkat I, 1992. 
Nazruddin, Drs, SH. Publisistik dan Dakwah, Semarang: Toha Putera, 1973. 
Soedjono Prasojo (et al), Profil Pesantren, Laporan Hasil Penelitian Pesantren Al Falah dan Delapan Pesantren Lain di Bogor, Jakarta: LP3ES. 1982. 
Soejono Soekamto, Sosiologi Suatu Pengantar, Jakarta: CV. Rajawali, 1986. 
Sutrisno Hadi, Prof. MA. Drs, Metodelogi Research Jilid I dan II, Yogyakarta: Yayasan Penerbitan Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada. 1981. 
T. T. Hasbi ash Shidieqy, Sejarah dan Pengantar Ilmu Al-Qur’an/Tafsir, Jakarta: Bulan Bintang, 1980. 
Usep Fathuddin. MPS (ed), Pedoman Pembinaan Dakwah Bil Haal, Jakarta: Ditjen Bimas Islam dan Urusan Haji Proyek Penerangan dan Bimbingan dan Dakwah/Khutbah Agama Islam, 1988/1989. 
W. J. S. Poerwadarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka, 1986. 
Zmakhasyari Dhofier, Tradisi Pesantren, Study Tentang Pandangan Hidup Kyai, Jakarta: LP3ES, 1982.



Untuk mendapatkan file lengkap hubungi/ sms ke HP. 085725363887
KEMBALI KE HALAMAN AWAL   



Tidak ada komentar:

Posting Komentar